its me..

its me..

Sabtu, 30 Oktober 2010

saat tak lagi terbendung

mungkin ini saatnya...
ini saatnya semua ini ku tumpahkan..
bahkan diriku tak mampu lagi membendungnya...
aku tak suka keadaan ini...

saat semua telah melampaui batas
maka yang ada hanya emosi...
aku bukan saja tak mengerti... tapi juga tidak tau...

di sini di ruangan ini
aku tunduk dengan emosi,,,
kalah oleh air mata yang memaksa keluar...
sesak oleh nafas yang tak teratur,,,
kutumpahkan kekesalan dengan caraku...

aku tak bisa berteriak...
aku hanya bisa diam tak bersuara,,,
menutupi semua yang kualami...
memakai topeng lagi dan lagi...
mematahkan rangkaian yang belum selesai....
menginjak bangunan rapuh hingga roboh.....
aku terus diam sambil mencari diriku yang entah ada di mana....

lelah ku dengan semua...
ingin ku lempar dan ku banting hingga hancur semua...
ingin ku rusak saja hingga tak ada lagi...
kosong...
hampa...
mungkin itu yang mereka mau...
aku yang diam..
aku yang kosong...
aku yang hampa...
aku memang tak boleh punya mimpi...
sepertinya aku memang tak dilahirkan untuk itu....
entah apa guna diriku ini....

biar ku luapkan semua ini...
biar ku tumpahkan semua...
agar habis tak bersisa...
agar kosong sama sekali...
ku rasa itu yang mereka inginkan...

saat semua tak lagi terbendung
maka hancurkan saja

Senin, 18 Oktober 2010

"ibu...., apa hari ini ada dongeng lagi?"


Pagi ini, di kelas...
muridku bertanya.... "ibu, hari ini bu muti dongeng lagi ga?"
pertanyaannya sederhana....
tak ada yang spesial...
namun ada sesuatu yang membuat pertanyaan itu begitu istimewa....

tiga hari yang lalu adalah hari pertamaku praktek mengajar di sekolah dasar..
hari itu aku mengajar MATEMATIKA...
tiga hari sebelumnya aku menjalani observasi...
setiap harinya menegaskan bahwa klasini adalah kelas luar biasa yang haus di tangani dengan kesabaran ekstra....
lebih mirip dengan anak kelompok bermain yang tak bisa diam..

saat aku memilih matematika sebagai mata pelajaran yang aku cobakan, hanya dongeng yang ada di kepalaku... itu saja...
aku memulai penjelasanku hari itu tentang pengurangan menggunakan dongeng... dengan media boneka tangan aku bercerita tentang beruang yang terburu2... ku sisipkan konsep matematika pengurangan di dalamnya.....
dan ternyata....

kemana anak-anak yang tidak bisa diam itu???
mana suara bising itu???
yang ada hanya 24 anak kecil yang duduk rapi memperhatikanku dan terhanyut dalam dongeng itu...
interaksi mereka baik.. bahkan sangan baik...
aku berhasil mengendalikan kelas ini hanya dengan dongeng sederhana....

hari petamaku sukses karena dongeng, sederhananya begitu..
tak kusangka dongeng itu benar2 melekat pada murid2ku....
dan hari ini mereka melihatku sambil bertanya "ibu... apa hari ini ada dongeng lagi?"

Minggu, 03 Oktober 2010

kini di kala hujan...

di waktu lalu suara hujan bisa menjelma menjadi suara apa saja yang ku suka...
terkadang seperti alunan lagu merdu yang membangkitkan sebuah rasa...
udaranya selalu membuatku tersenyum dan nyaman,,,

kini suara hujan terdengar sama saja...
seperti suara hujan...
gemercik air yang lengkap dengan gemuruh petir dan halilintar...
apa kini hujan tak membawa kekuatan magis nya padaku???

kini..
di kala hujan...
aku hanya bisa terdiam...
tak ada senyum...
tak ada alunan lagu yang biasanya tercipta dari gemericik riak air di luar rumah...
tak ada apapun...
hanya hujan...

kini...
hujan hanyalah hujan.,
namun aku tak pernah lupa bahwa hujan sering membawakanku keajaiban...
aku suka hujan...
namun hujan tak lagi membawa senyum..
ia hanya membawa air, awan dan angin...
lalu hilang....

Sabtu, 02 Oktober 2010

mengenali diri sendiri...

di sini di ruangan dengan tirai berwarna biru yang menjuntai-juntai panjang aku menemui diriku sendiri....
aku yang menyayangi sahabatku..
aku yang selalu ingin di temani..
aku yang egois dan tak ingin terlupakan...

di sini di ruang dingin yang tenang dan cahaya putih yang terang...
aku membenci diriku yang selalu begini...
ingin menangis saat orang lain akan beranjak dari hidupku...
aku yang tak pernah ingin kecewa walau ku tau kecewa adalah bagian hidup yang tak terpisahkan....

di sini di ruang yang penuh dengan tempat tidur...
aku justru tak bisa merebahkan tubuhku dan memulai mimpiku...
pikiranku melayang pada cinta yang pernah ku punya...
teringat pada kasih sayang yang pernah hilang dan berkurang...

aku tak mau mengulang itu..
sakit,,, sakit sekali rasanya...
aku tumbuh menjadi egois...
tak mau melepaskan apa yang telah ada di genggamanku...
terdengar egois...
ya sangat egois...

tapi aku tak ingi terluka...
dan aku tak ingin kehilangan...
bahkan aku baru mengenali diriku sendiri..
bahwa aku sungguh egois...