its me..

its me..

Selasa, 22 November 2011

it's hard

saya tak pernah memesan hidup yang seperti ini..
tak pernah ingin dilahirkan di keluarga yang tak lengkap..
tak pernah ingin sedih...

saya tidak mau mempersalahkan siapapun..
tidak untuk seseorang ataupun untuk tuhan...
karena tuhan pun sudah banyak memberikan bonus bahagia selama ini...

namun kali ini, terasa begitu berat untuk jalani semua ini...
walau menangis tak kan hapuskan semua, tapi saya terus saja menangis..

tryin' harder

tak adakah jeda untukku menghela nafas sedikit saja?
seakan semua datang bertubi menerpaku....
mungkin lelah sudah hati ini terasa sesak...
mungkin telah lelah juga mata ini terus menangis...

tak mampu lagi mulut ini berkata...
yang ada hanya diam...
telah berusaha keras kunikmati semuanya...
ini tak mudah untukku...

tak adakah sedikit sajawaktu untukku menghela nafas
lepaskan semua gelisah...
membuang perihku... menghapus sedihku...

jujur ku lelah...

Kamis, 10 November 2011

saat berada di titik terlemah...

tak banyak atau mungkin tak ada yang tau...
apa yang ada di diriku saat ini...
setiap hari ku lalui dengan air mata...
ku biarkan air mata ini mengalir sampai aku tertidur menutup hariku yang pedih...
dan terus saja begitu..
sampai aku sendiri tak tau...
air mata ini pertanda ditutupnya hari yang sedih atau malah tanda dimulainya hari esok yang sedih....

tulisan ini ku buat hanya agar sedihnya hariku dapat kutup lebih indah....
walau esok mungkin akan ada lag air mata itu...

satu titik telah ku capai....
tak kan kusebut ia titik puncak karena setiap kita sampai puncak maka kita akan kembali ke dasar....
di titik yang telah kucapai ini, aku harus mengalami banyak hal yang membuatku tak nyaman..

entah bagaimana seharusnya aku bersikap...
entah bagaimana lagi seharusnya ku mengalah...
entah harus seperti apa lagi aku bertoleransi...

sekuat apapun mereka melihatku, aku membutuhkan satu sandaran yang lebih kuat dari diriku...
aku masih membutuhkan pelukan hangat dari seseorang..
aku masih membutuhkan telinga-telinga yang bersedia mendengarkanku...
aku masih membutuhkan bahu untuk bersandar...

lelah ku menjalani hidupku...
namun ku juga lelah untuk mengeluh...
tapi apa aku harus terus menguatkan langkahku yang benar2 sudah lemah??
haruskah aku terus saja berpura2???

kini aku berada di titik terlemahku....
ingin menangis walau aku tau itu sia2...
ingin berteriak walau aku tau itu tak berguna...
ingin memalingkan wajahku menyembunyikannya di bahu seseorang walau itupun tak membuat masalahku selesai...

aku berada di dasar kekuatanku...
titik terendah dari semua kekuatan yang ku punya....
aku kehilangan lagi... kehilangan sesuatu yang tak pernah ku miliki....
mungkin karena aku tak faham apa itu ikhlas...