its me..

its me..

Rabu, 24 November 2010

memaksa diriku


aku berlari di tengah jalan yang berkerikil tajam....
berlari dan terus berlari..
entah apa yang mengejarku begitu cepat dan semakin cepat...
bahkan terkadang aku merasa seperti mengejar sesuatu...
entah apa....
aku pun tak tau apa yang ada di ujung jalan ini...
apa akhir dari semua ini...
lebih baik?
sama saja?
atau malah lebih buruk dari yang ku bayangkan?

aku tau aku harus terus meneriaki diriku untuk berkata AKU BISA
walau aku tau bahwa aku tak bisa...
mengapa terus saja begini? aku meneriaki diriku sendiri, memaksa segala sesuatu di luar kemampuanku...
mengapa tak ku teriaki saja dunia agar mereka berhenti memaksaku...
dan aku bisa menjalani hidup ini dengan normal sesuai keinginanku sesuai kemampuanku...

ingin rasanya berhenti.... walau aku tau aku harus terus memaksa langkahku untuk terus berjalan...
ingin ku diam... namun lagi-lagi aku memang harus terus memaksa tubuhku untuk tidak hanya diam...

semua yang ku jalani tak lepas dari memaksa diriku untuk selalu BISA BISA BISA
walau ingin ku akui bahwa aku tak bisa.... aku lelah...



Jumat, 19 November 2010

Mulutmu harimau mu?

serem ya kalo muut kita bisa berubah jadi harimau yang malah membahayakan diri kita sendiri...
beberapa dari kita atau malah semua orang nggak terlalu sadar sama hal ini...
terkadang mulut ini udah kayk handphone yang baru di charge... dayanya pol polan...
nggak berenti berenti untuk bicara dan terus bicara..
sampai trkadang kita lupa tuh apa sih yang sebenarnya lagi di bicarakan...

hmm.. jadi teringan sama perkataan orang2 yang menyinggung hati,,,
entah sebenarmya mereka itu sengaja atau benar2 nggak sengaja melakukan itu...
yang jelas itu menyakiti hati dan bukan nggak mungkin menimbulkan sedikit GAP antara kita dan orang itu...

berarti sebutan "mulutmu harimaumu" adalah 100% benar yaaa...
tanpa kita sadari banyak banget kata2 perih yang kita keluarin dari mulut kita..

ups.. harus jaga mulut nih berarti..
hahaha...
jaga mulut jaga hati...
dan pertanyaannya dalah apa orang lain juga menjaga hati kita saat mereka bicara sama kita?
hmmm
tanda tanya-nya makin gede nih kayaknya...
pertanyaan yang sulit di jawab..
kenapa?
rada sangsi aja, apa mereka benar2 menjaga hati lawan bicara mereka...
sepertinya kebanyakan dari mereka nggak melakukan itu...

jadi inget kata ini....
"ngomong itu nggak kayak muntah yang dari perut langsung keluar tanpa lewat otak.. "
asik juga ya tu kata-kata

hati2 ya sama mulut kita sendiri...

Rabu, 17 November 2010

Hai ego... apa kabar? lalu mana adil dan nurani?

Lama sekali aku tak berjumpa dengan ego.. bahkan aku lupa bagaimana rasanya memiliki ego...
Egoku selama ini selalu dikalahkan oleh toleransi yang sebenarnya juga lelah aku untuk melakukannya....

Mungkin hidup ini akan terasa ringan jika aku menjalaninya dengan mengikuti egoku...
ego biasanya memberikan kenyamanan pada pemiliknya...
namun nampaknya aku sudah lupa dengan teman jiwa yang bernama ego...

Hai ego apa kabar? hari ini ku temukan ego dengan kekuatan penuh menyelimuti hariku... tapi ini buka ego ku...
ego orang2 yang mulai sedikit menggelitik kulit tubuhku...
yang membuat emosiku tergoda untuk meluap....

ego, keinginan, dan nafsu...
itu saja yang terlihat dari bingkai kacamataku hari ini...
lalu ke mana hati nurani?
seperti tak ada dan tak akan pernah ada...
semua hanya ego...
lagi-lagi hanya ego...
apa ini yang di sebut adil?
adil hanya sebagai alih-alih dari ego yang memuncak...

kemana dan apa adil itu?
adakah hati nurani di sini?
ku rasa tidak....

sebaiknya temui hati nurani dulu untuk sampai pada adil...
lalau apa kabar ego?
apa tidak lebih baik kita tak mengetahui kabar si ego?

Sabtu, 13 November 2010

just say it...

terkadang nggak perlu banyak bicara...
cukup dengan tindakan maka orang akan tau,,,,
seperti yang ku lakukan saat ini.... tidak banyak bicara....

tapi taukah bahwa sebenarnya kita perlu melisankan semua itu...
bicara... hal sederhana yang sulit dilakukan...
tidak semua orang punya kemampuan berbicara sebaik kemampuannya bertindak...
begitupun sebaliknya,,,
padahal kombinasi dari keduanya menghasilkan sesuatu yang di sebut sempurna...

apalgi dalam hal yang sangan pink...
cinta....

terkadang tindakan saja tidak dapat mencerminkan perasaan seseorang...
jadi ingat lagu dangdut dengan judul "rekayasa cinta" dari camelia malik....
semua itu bisa di rekayasa... semua bisa berakting sempurna untuk hal yang namanya cinta...
saat hanya tindakan dan tidak ada pengakuan...
maka itu semua akan hampa....

sedikit mengutip dari buku yang baru saja saya baca hri ini...
bukan hanya pengertian yang dibutuhkan seseorang tetapi pengakuan...
terkait dengan perasaan...
semua orang bukan hanya membutuhkan "saya ngerti koq perasaan kamu" no!!! nggak sekedar itu.... tapi lebih dari itu.... itu yang yang saya maksud dengan pengkuan,,, (maaf kalau membingungkan,,,)

lalu apa hubungannya dengan cinta.?????
yaaaa... banyak orang hanya bicara soal pengertian.. "saya mengerti dengan perlakuannya yang seperti itu"
"saya mengerti kenapa dia peluk saya malam ini" dan banyak lagi pernyataa 'sok tau' lainnya...
padahal dia nggak pernah bicara apa2...
fulll hanya tindakan!

bisakah kita bilang bahwa kita mengerti yang artinya tau apa perasaannya???
jawabnya adalah tidak.....
maka jangan hanya bertindak... bicaralah dan akuilah agar semua orang mengerti....

....just say it and I will undestand....